Denuvo – The Anti Tamper

Sekilas tentang Denuvo, sistem anti-tamper yang bikin pembajak game kalang kabut

 

Beberapa tahun belakangan ini bukanlah tahun yang bersahabat bagi pengguna game bajakan untuk perangkat PC (Personal Computer). Sebuah sistem DRM terbaru bernama Denuvo telah dikembangkan dan terbukti efektif dalam melindungi berbagai game-game yang memakainya. Meskipun terbukti proteksi Denuvo bisa di bobol di beberapa game, tetapi itu hanya sebagian kecil saja dari total semua game yang telah terproteksi.

 

Denuvo atau juga disebut Denuvo Anti-Tamper merupakan sistem DRM (Digital Rights Management) yang dikembangkan oleh Denuvo Software Solutions GmbH, sebuah perusahaan software asal Austria, dimana perusahaan ini merupakan bentukan dari Sony Digital Audio Disc Corporation (Sony DADC) yang merupakan anak perusahaan elektronik raksasa dari Jepang Sony, yang bergerak di bidang produksi kepingan Compact Disc, DVD, UMD, dan Blu-ray. Sedangkan software anti-tamper adalah teknologi yang memungkinkan sebuah software sangat sulit dimodifikasi atau mengalami malfungsi jika mengalami modifikasi secara ilegal.

 

Sony DADC sebelumnya juga yang mengembangkan secuROM, produk DRM yang selama ini diaplikasikan di banyak software, game dan produk CD dan DVD film. Seperti produk DRM lainnya, SecuROM bertujuan memproteksi perangkat dari tindakan pembajakan seperti duplikasi dan melindungi berbagai informasi data dari sebuah software. Namun kenyataannya SecuROM sendiri banyak memiliki kelemahan seperti proteksi yang mudah ditembus, aktivasi sering bermasalah, aplikasi sering tidak jalan, dan lainnya. Beberapa game yang menggunakan SecuROM antara lain BioShock, Mass Effect, Dragon Age II, dan lainnya.

 

Bisa dikatakan Denuvo sendiri merupakan suksesor dari SecuROM, tetapi dengan metode proteksi yang berbeda. Dari total 50 buah game yang dinaungi Denuvo, hanya 10 buah yang berhasil dibajak sempurna dan itupun rata-rata dalam hitungan bulan, sedangkan sisanya belum berhasil dibajak sama sekali. Kalaupun bisa dibobol, biasanya pelaku hanya melakukan bypass dengan memanfaatkan celah di sistem Steam. Memang proteksi DRM hanyalah sekedar penghambat pembajakan karena selama ini tidak ada DRM yang bisa menjamin 100% keamanan sebuah game, karena para pembajak juga semakin pintar. Namun, hasil yang dicapai oleh Denuvo merupakan sebuah prestasi tersendiri sehingga tidak heran banyak developer game yang mulai meliriknya.

 

Lantas apa rahasia Denuvo bisa begitu efektif menghambat pembajakan? Tentu saja cara kerja Denuvo yang merupakan software anti-tamper dirahasiakan oleh pengembangnya. Namun pihak pengembang sendiri memberikan sedikit bocoran bahwa proteksi mereka “mampu melakukan enkripsi dan dekripsi data secara mandiri” sehingga sangat sulit dibajak. Enkripsi adalah proses pengaman suatu data yang disembunyikan atau proses konversi format data menjadi bentuk yang tidak dapat dibaca, sedangkan dekripsi adalah kebalikannya. Pihak Denuvo juga menambahkan bahwa sebuah teknologi jika tidak melakukan enkripsi secara berkala akan sangat rentan dari sisi keamanan.

 

Testimoni lain datang dari 3DM, grup pembajak game dari China. 3DM sebelumnya telah berhasil membajak game yang pertama kali memakai Denuvo yaitu FIFA 15, mengatakan kalau proteksi Denuvo melibatkan sistem enkripsi 64 bit yang menggunakan kode kriptografi yang unik pada hardware yang berbeda-beda. Kriptografi merupakan metode menyembunyikan suatu rangkaian informasi agar tidak bisa dibaca oleh pihak ketiga. Sedangkan pada metode kriptografi modern, biasanya menggunakan susunan algoritma yang rumit yang diproses memakai komputer. Kemungkinan hal inilah yang menyebabkan 3DM membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk membajak sempurna game FIFA 15.

 

Sistem proteksi software semacam Denuvo sudah pasti akan menjadi sasaran para pembajak yang berusaha membobolnya. Tapi kenyataannya beberapa kelompok pembajak yang terkenal hampir semua bertekuk lutut pada Denuvo. Awalnya hanya 3DM yang berhasil membobol proteksi Denuvo dan membajak sempurna game FIFA 15, Lords of the Fallen, Dragon Age: Inquisition, Mad Max dan Metal Gear Solid V: The Phantom Pain. Meskipun beberapa game tersebut membutuhkan waktu cukup lama untuk dibajak sempurna tapi 3DM tetap diperhitungkan sebagai penantang terkuat bagi Denuvo.

 

Tapi sebuah hal yang mengejutkan terjadi, sekitar akhir tahun 2015, sebuah grup pembajak yang berasal dari Italia bernama CONSPIRACY (CPY) secara tiba-tiba berhasil membajak sempurna dua game Denuvo yaitu Battlefield: Hardline dan Batman: Arkham Knight. Sedangkan pihak 3DM sendiri pada awal 2016 justru memberikan kejutan lain dengan memberi pernyataan bahwa mereka menyerah dalam usaha membobol Denuvo, menyusul kegagalan mereka dalam membajak game Denuvo lainnya, Just Cause 3. 3DM juga menyatakan kalau melihat teknologi enkripsi sekarang ini, akan semakin sulit dalam membajak sebuah game dan dalam dua tahun kedepan game bajakan merupakan hal yang mustahil. Dan mereka memutuskan menghentikan semua aktivitas pembajakan.

 

Mundurnya 3DM ternyata memunculkan para pembajak baru yang mencoba membobol Denuvo. Bulan Agustus 2016, grup pembajak bernama Voksi berhasil membobol proteksi Denuvo pada game Doom. Tapi yang dilakukan Voksi ternyata memanfaatkan celah yang ada di Steam, dan dengan cepat berhasil diatasi oleh Steam. Tak disangka CPY beraksi kembali dan berhasil membobol Denuvo dengan sempurna game Denuvo lainnya, yaitu Rise of the Tomb Raider dan dua buah game lagi secara berturut-turut yaitu Inside dan Doom yang sebelumnya diretas oleh Voksi. Apakah awal dari kehancuran Denuvo? Masih terlalu dini untuk menyimpulkan karena kenyataannya game-game yang berhasil dibajak oleh 3DM dan CPY hanya sebagian kecil dari keseluruhan game yang dinaungi oleh Denuvo.

 

Tapi yang jelas dengan munculnya CPY dan Voksi serta bobolnya Denuvo di beberapa game, semakin mempertegas bahwa perang antara developer game dengan para pembajak tidak akan pernah padam. Para pembajak yang bisa diibaratkan para penjahat super pintar, yang selalu punya taktik baru dan tidak pernah menyerah dalam mencari celah pada sistem keamanan secanggih apapun.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s