Obat Depresi

Pada sebagian kasus, penderita depresi bisa diobati oleh dokter umum.Namun pada sebagian besar penderita depresi memerlukan penanganan oleh dokter spesialis kesehatan jiwa (psikiater).Beberapa penderita depresi juga bisa sembuh dengan pemberian psikoterapi oleh psikolog. Namun pada sebagian besar kasus, pengobatan penderita depresi akan paling efektif dengan mengkombinasikan pemberian obat obatan oleh psikiater dengan pemberian psikoterapi oleh psikolog.

Bila seseorang menderita depresi berat, maka diperlukan seorang yang dekat dan yang dipercayainya untuk membantunya selama menjalani pemeriksaan dan pengobatan depresi tersebut.Kadang seorang penderita depresi berat perlu mondok di rumah sakit, kadang cukup dengan pengobatan rawat jalan.

Beberapa pilihan pengobatan depresi adalah sebagai berikut:

Obat obatan. Saat ini telah tersedia beberapa macam obat obatan yang efektif dipakai menyembuhkan penderita depresi.Ada beberapa jenis obat anti depresi.Jenis obat anti depresi biasanya dikelompokkan berdasar efeknya terhadap bahan kimia didalam otak yang mengontrol perasaan (mood).

Jenis jenis obat anti depresi adalah:

  • Selective serotonine reuptake inhibitors (SSRI).Banyak dokter yang memulai pengobatan depresi dengan SSRI.Obat obatan yang termasuk dalam kelompok ini biasanya lebih sedikit menimbulkan efek samping yang mengganggu dibandingkan dengan obat anti depresi lainnya. Obat obat yang termasuk dalam kelompok SSRI antara lain: fluoxetine (Prozac), paroxetine (Paxil), sertraline (Zoloft), citalopram (Celexa) and escitalopram (Lexapro). Efek samping yang paling sering adalah menurunnya dorongan seksual dan sulitnya mencapai orgasme.Berbagai efek samping lainnya biasanya menghilang sejalan dengan penyesuaian tubuh terhadap obat obatan tersebut.Beberapa efek samping SSRI yang sering adalah: sakit kepala, sulit tidur, gangguan pencernaan, dan resah/ gelisah.
  • Serotonin dan norepinephrine reuptake inhibitors (SNRIs).Obat obatan anti depresi yang termasuk dalam kelompok ini antara lain: duloxetine (Cymbalta), venlafaxine (Effexor XR) dan desvenlafaxine (Pristiq). Efek samping yang ditimbulkannya serupa dengan efek samping yang ditimbulkan oleh obat anti depresi kelompok SSRIs. Beberapa efek samping lainnya adalah: mulut kering, berkeringat, detak jantung lebih kencang dan konstipasi (susah buang air besar).
  • Norepinephrine dan Dopamine reuptake inhibitors (NDRI).Bupropion (Wellbutrin) termasuk dalam kategori NDRI.Obat ini merupakan salah satu dari sedikit obat anti depresi yang tidak menyebabkan melemahnya dorongan seksual.Pada dosis yang tinggi bupropion dapat menyebabkan meningkatnya resiko serangan kejang kejang.
  • Atypical antidepressant merupakan obat anti depresi yang tidak bisa dimasukkan kedalam kelompok obat lainnya. Obat obatan yang termasuk kedlam kelompok ini antara lain: trazodone (Oleptro) dan mirtazapine (Remeron). Kedua obat anti depresi tersebut membuat mengantuk sehingga sebaiknya diminum pada sore/ malam hari.Pada beberapa kasus, obat tersebut dikombinasikan untuk mengurangi efeknya terhadap tidur.Obat terbaru dalam kategori ini adalah vilazodone (Viibryd).Obat vilazidone mempunyai efek samping kecil terhadap dorongan seksual. Beberapa efek samping dari vilazodone yang sering muncul adalah: mual, muntah, mencret dan sulit tidur.
  • Tricyclic antidepressants.Obat obatan yang termasuk kedalam kelompok ini sudah dipakai bertahun tahun dan telah terbukti tidak kalah manjur dibandingkan dengan obat anti depresi yang lebih baru.Hanya saja, karena banyaknya dan lebih kerasnya efek samping obat, maka obat tricyclic antidepressant biasanya tidak diberikan sebelum obat jenis SSRI dicoba dan tidak berhasil mengobati depresi. Efek samping obat ini antara lain: penglihatan kabur, mulut kering, gangguan buang air besar dan gangguan kencing, detak jantung cepat dan bingung. Obat jenis ini juga sering menyebabkan penambahan berat badan.
  • Monoamine oxidase inhibitors (MAOIs).Termasuk kedalam kelompok ini adalahtranylcypromine (Parnate) and phenelzine (Nardil). Obat obatan dalam kelompok ini biasanya merupakan pilihan terakhir bila obat dari kelompok lain sudah tidak mempan mengobati depresi. Obat obatan dalam kelompok ini bisa menimbulkan efek samping yang serius, bahkan bisa menyebabkan kematian.Obat MAOIs memerlukan diet ketat karena bila berinteraksi dengan makanan seperti keju, acar mentimun (pickles) dan anggur, serta obat anti pilek (decongestant) dapat berakibat fatal.Selegiline (Emsam) merupakan obat jenis terbaru dalam kelompok ini yang memakainya tidak dengan diminum, cukup dengan ditempelkan di kulit.Obat selegiline mempunyai lebih sedikit efek samping dibandingkan dengan obat MAOIs lainnya.Obat obatan kelompok ini tidak bisa dikombinasikan dengan obat dari kelompok SRRIs.
  • Obat obatan lainnya.Dokter mungkin mengobati depresi dengan obat obat lainnya, misalnya dengan obat stimulant, obat untuk menstabilkan suasana hati (mood), obat anti cemas/ anxiety, dan obat anti psikotik.Pada beberapa kasus, dokter mungkin mengkombinasikan beberapa obat agar dihasilkan efek yang optimal.Strategi ini dikenal sebagai augmentation (penguatan/ tambahan).

Menentukan pengobatan yang tepat

Setiap manusia itu berbeda-beda, sehingga setiap penderita depresi juga biasanya memerlukan jenis obat dan dosis yang berbeda.Untuk itu diperlukan kesabaran karena sebagian obat anti depresi baru mempunyai efek secara penuh setelah diminum selama 8 minggu, dan efek samping obat juga mulai berkurang karena badan mulai menyesuaikan diri.Bila ada seseorang yang minum obat anti depresi dan mendapatkan efek samping obat yang menganggu, jangan berhenti minum obat sebelum konsultasi dengan dokter terlebih dahulu.Beberapa jenis obat anti depresi tidak bisa dihentikan secara mendadak, harus bertahap karena bisa menyebabkan “wirhdrawal symptoms”, yaitu gejala depresi tiba tiba memburuk.Dalam tahap ini, dukungan sangat diperlukan agar jangan sampai seorang penderita depresi “agkat tangan” atau menyerah tidak mau minum obat hingga ditemukan obat dan dosis yang sesuai.

Kehamilan dan obat anti depresi

Pada penderita depresi yang sedang hamil atau menyusui, beberapa jenis obat anti depresi bisa membahayakan janin dalam kandungan atau bayi yang sedang disusui.Untuk itu, bila penderita depresi mulai hamil atau berencana untuk hamil, harus memberi tahu dokter yang merawatnya.

Obat anti depresi bisa meningkatkan pikiran untuk bunuh diri.

Meskipun pada umumnya obat anti depresi tersebut aman untuk diminum, namun beberapa obat antidepresi sering meningkatkan pikiran untuk bunuh diri.Pada anak anak, remaja dan dewasa muda yang berusia dibawah 25 tahun, beberapa obat anti depresi kadang meningkatkan dorongan untuk bunuh diri, utamanya pada beberapa minggu pertama (hingga sekitar 8 minggu pertama atau 2 bulan) sejak mulai minum obat atau sejak dosis obat diubah. Oleh karena itu, penderita depresi pada anak anak dan remaja yang berusia dibawah 25 tahun harus dimonitor secara ketat oleh orang orang dekatnya dan petugas kesehatan.Bila ada saudara atau teman yang minum obat anti depresi dan timbul keinginan bunuh diri, maka harus segera dibawa ke dokter.

Dalam mengobati penderita depresi, memang diperlukan kerja sama yang baik antara dokter dengan penderita dan keluarganya.

Psikoterapi.

Beberapa teknik psikoterapi untuk mengatasi depresi akan dibahas dalam bab tersendiri. Dalam psikoterapi, penderita depresi diajak bicara sehingga yang bersangkutan bisa lebih memahami penyakitnya, memahami pola pikir dan kepercayaan yang salah yang menyebabkannya menderita depresi, dan mempelajari teknik pemecahan masalah sehingga suatu masalah tidak akan membuatnya depresi.

Electroconvulsive therapy (ECT).

ECT adalah terapi dengan menyalurkan arus listrik kedalam otak.Hingga sekarang, belum diketahui secara jelas menkanisme kerjanya, namun ECT terbukti efektif pada depresi berat atau bila pemberian obat tidak bisa memberikan efek positif. Efek samping ECT adalah kebingungan yang dialami beberapa menit hingga beberapa jam setelah mendapat CT. Kadang ingatan atau memori juga bisa hilang, meskipun sifatnya hanya sementara.

Mondok di rumah sakit.

Kadang penderita depresi perlu dirawat di rumah sakit, utamanya bila si penderita tidak bisa merawat dirinya sendiri atau membahayakan diri sendiri atau orang orang dekatnya.

Metode lain

Beberapa metode pengobatan lain, namun jarang diterapkan adalah stimulasi saraf vagus (nerve vagus stimulation). Sebuah alat pacu listrik ditanam dileher sehingga bisa mengeluarkan aliran listrik yang memacu saraf vagus.Pengobatan ini dilakukan pada penderita depresi khronis yang tidak mempan dengan obat obatan. Pendekatan lain yang juga jarang dilakukan adalah dengan transcranial magnetic stimulation. Kabel kabel dipasang di kepala bagian depan untuk mengantarkan aliran magnetic ke otak. Pengobatan ini juga hanya diberikan pada penderita depresi kronis yang tidak mempan obat.

Referensi:Depresi: Panduan bagi penderita, keluarga dan teman dekat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s