New Age

Masih ingat musik Beatles yang memuja Harikrisna sebagai guru spiritualisme sekitar tahun 70-an? Disanalah munculnya sejarah New Age Movement yang selalu mendendangkan make peace, love and not war. Gerakan yang diawali di Inggris ini menyebar ke Amerika dan segera mengglobal masuk ke dalam main stream melalui berbagai musik, buku, dan diskusi, bahkan pengobatan-pengobatan dan penjagaan kesehatan, serta membentuk komune-komune ekslusif, yang mempunyai ritual, simbol, dan ide, yang lebih banyak mengadopsi agama-agama dan tradisi pagan terutama agama-agama Timur seperti Hindu, Budha, dan Tao yang pada akhirnya membentuk suatu kultur baru dalam sebuah komunitas yang lebih luas. Perkembangan ini dari agama lokal Timur berkembang di belahan bumi lain menjadi neo-paganisme. Misalnya yang dikembangkan oleh Deepak Chopra seorang dokter internis dan endokrinolog berdarah India pelopor neo-pagan masa kini. Dengan semangat return to the wholeness, guna mencapai the perfect health dari body,mind and soul, ia mengembangkan perguruannya di California. Chopra menulis banyak buku tentang keseimbangan dan keharmonisan dalam Ayurveda (ilmu pengobatan India) guna mencapai the perfect of the wellbeing dari body, mind and soul yaitu dengan berbagai cara-cara kehidupan (berfikir, bertindak, dan makanan), mengatasi stress, rasa sakit, dan penyakit. Filsafat New Age sendiri dikemas dalam berbagai buku dan disebarkan oleh David Spangler berkebangsaan Amerika, seorang theosof intelektual, dosen filsafat spriritualisme, personal development, future studies dan community development, yang mempelajari pemikiran kelompok kecil Inggris yang tengah sarat dengan pemikiran mencari kembali makna kehidupan. David Spangler hingga kini masih menulis berbagai buku antara lain buku-buku tentang New Age yang merupakan teori dasar theosofinya, yaitu The Birth of The New Age (1976),dan Emergency, The Rebirth of the Sacred (1984). New Ager lain yang cukup terkenal antara lain: Alice Bailey, Alvin Toffler, Dr. Barbara Ray, Benyamin Crème, Levi Dowling, George Trevelyan, Fritjof Capra, Abaraham Maslow, Barbara Marx Hubbaerd, Ruth Montgomery, Shirley Mclaine, JZ Knight, Merilyb Ferguson, Jeremy Rifkin, Norman Cousind, Elizabeth Clare Prophet, John Denver, George Lucas, dan Norman Lear. New Age berasal dari kata Age of Aquarius (spirituality) dalam astrology. Dari Dictionary of New Age Terminology (The Perilous Time, Sep/Okt 2001) : “Para astrolog mempercayai bahwa evolusi akan berjalan melalui berbagai sinyal dalam zodiac, paling tidak antara 2000 hingga 2400 tahun. Menurut New Age, bahwa kita kini bergerak dari siklus yang disosiasikan dengan simbol Pisces ke simbol lain yaitu Aquarius. Bentuk Aquariaus Age akan ditunjukkan dengan karakteristik adanya tingkatan tinggi dalam consciousness (kesadaran) atau cosmic consciousness”. Simbol Pisces adalah simbol dari rasionalitas. Dengan begitu menurut para new ager bahwa abad millenium ini adalah abad munculnya era baru dalam spiritualitas dimana era dengan ke Tuhanan sang kreator sebagai personal akan berganti dengan era Consciousnes (kesadaran) manusia yang memiliki inner enerji sebagai kekuatan. Konsep rasionalitas juga akan menyublim. Dengan begitu juga terjadi bahwa manusia akan denial terhadap kebenaran rasional dan kebenaran scientific (sientific truth). Paradigma New Age tentang keTuhanan kembali ke dalam agama –agama Timur (Hindu, Budha, Tao) yang lebih kepada pengertian inner enerji yang mempunyai kekuatan spiritual, enerji yang mampu membuat perubahan, enerji yang merupakan enerji universe, yang dimiliki oleh setiap individu sebagai potensi kekuatan yang disebut chi atau kundalini (the hidden energy). Artinya One in all, and all in one, menuju pada one world, unity, oneness yang menjadikan dunia dalam keadaan seimbang dan harmonis. Dengan kata lain artinya bahwa Tuhan berada dalam setiap individu, dan Tuhan sebagai creator berada di dalam setiap individu. Perubahan di tingkat paradigma ini nampak bagai suatu revolusi perubahan visi manusia dalam memandang kehidupan, nilai-nilai, norma, penjagaan perdamaian, sistem politik, sistem kemasyarakatan, sistem pendidikan, sistem ilmu pengetahuan, kesenian, perawatan kesehatan, mengatasi kesulitan, rasa sakit dan penyakit, harapan hidup, masalah kematian dan kehidupan sesudah mati. Perubahan paradigma dari era bahwa Tuhan Allah sebagai sang pencipta, kreator alam raya, manusia hanya sebagai pemeran dalam kehidupan, berubah menjadi bahwa manusia sebagai kumpulan kekuatan yang mampu membawa perubahan sebagai konsekwensi dari adanya konsep Tuhan yang impersonal. New Age tidak mengenal konsep dosa, neraka, setan, demon, malaikat, nabi dan orang-orang suci, tetapi mengenal kosmologi positip dan negatip dalam enerji yang berada dalam diri manusia (inner) yang mampu mempengaruhi kehidupan, tidak mengenal berhentinya kehidupan dengan sebuah kematian di bumi, namun lebih mengenal adanya reinkarnasi. New Age lebih mengenal kelahiran kembali, atau rebirth yang antara lain juga rebirth spiritual saat mana manusia setelah menjalani inisiasi pembukaan atau pembebasan inner enerji yang masih tersembunyi di dalam dirinya. New age tidak mengenal konsep nabi dan imam tetapi lebih mengenal konsep master dan guru spiritual, menekankan bimbingan pada self consciousness untuk menemukan the inner energy, manusia adalah bagian dari kosmik. Tuhan sebagai inner enerji berada dalam diri setiap individu, maka setiap manusia akan memiliki self-consciousness yang tanpa batas. Lingkaran utuh atau bulat merupakan simbol oneness, one-world sebagai keseimbangan, keharmonisan yang merupakan order yang harus dicapai untuk mendapatkan peace, love, and not war. Oneness of reality oleh New Ager diibaratkan sebagai suatu hologram karena adanya interseksi dimensi self-consciuosness manusia. New Age muncul sebagai akibat manusia merasa stagnasi terhadap agama-agama Tuhan terutama Kristen di belahan Eropa, saat mana manusia merasa bahwa agama Kristen tidak lagi mampu mengatasi kesulitan hidup, kekerasan, penindasan dan peperangan, terjadinya revolusi sosial yang berakhir pada sekularisme pemerintahan negara-negara di Eropa di akhir abad ke 18 dan 19. Saat mana manusia di belahan Eropa secara berbondong menjadi agnostic dan ateis, kemudian mengisinya kembali dengan filosofi New Age yang segera menjadi gerakan yang mengglobal dan sudah semakin terasa di belahan dunia bagian Timur sendiri dan juga Indonesia, yaitu semakin populernya mistisisme dalam Indigo children bersorban biru yang tengah ditunggu sebagai leader dimasa depan (Gatra 2004-04-02), kekuatan the sixth sense, mata ketiga, dan kepekaan lebih dalam melihat dunia lain, melihat masa depan, dan melihat berbagai kejadian masa lampau, telepati, hipnotisme, trance- channelling, cristalogy, iridology, pembukaan (awakening) tenaga (chi) Chakra (meridian), Kundalini, Prana, dalam Yoga, Reiki, Tai-chi, dan Chi-kung. Ilmu-ilmu pengobatan dengan menggunakan inner enerji ini kini semakin meluas dan dicari-cari orang terutama untuk menjaga kesehatan dan penyembuhan berbagai penyakit yang belum dapat disembuhkan dalam terapi medik. NEW AGE MOVEMENT ATAU OLD OCCULT DAN SINKRETIK? Dalam lintasan waktu dan sejarah, New Age Movement bergulir ke segala penjuru dunia dan beradaptasi dengan religi dan kepercayaan setempat. New Age Movement menjadi begitu sangat terbuka terhadap setiap individu dengan religi dan kepercayaan masing-masing. Akhirnya New Age menjadi sebuah kumpulan berbagai religi dan kepercayaan dan akibatnya pengertian New Age menjadi sangat luas. Dengan demikian bentuk praktek New Age bisa ditemukan sangat beragam, tidak ada payung organisasi, dan bebas berkembang di dalam berbagai komunitas. Sampai batas tertentu New Age Movement juga sangat adaptif terhadap dunia scientific meski terasa adanya sikap denial yang ditunjukkan terhadap scientific truth. Pada akhirnya adaptasi New Age menjadikan ilmu-ilmu yang dikembangkannya hanya sampai ke dalam pseudoscientific. Hal ini bisa dimengerti karena banyak hal dibangun dengan teori ‘science’ New Age yang tidak bisa dibuktikan melalui scientific truth. Pseudoscience New Age dalam praktek sehari-hari, sulit diruntuhkan karena kebenarannya tidak bisa tunduk pada scientific truth sebab inner enerji ditanggapi sebagai kebenaran yang paling tinggi. Hal ini secara antropologis akan dapat difahami, karena perilaku pengobatan yang mempunyai kaitan dengan sistem kepercayaan dan religi akan mempunyai sistem nilai dengan integrasi yang sangat kuat. Kekuatan supranatural ditanggapi sebagai kekuatan tanpa batas dan absolut. Adaptasi sistem kepercayaan lokal di perkotaan di Indonesia dengan New Age menjadikan New Age berkembang bagai sebuah bentuk okultisme baru, dimana kepercayaan terhadap amulet (jimat), benda-benda sakral yang dipercaya mempunyai kekuatan, dan praktek shamanisme (perdukunan) mengalami pembaharuan baju. Ia tidak lagi hanya berada dalam indigenous culture di masyarakt tribal ataupun pastoral, tetapi mampu berdiri di tengah-tengah masyarakat moderen dan masyarakat industri di desa dan di kota, tanpa risih masuk ke dalam berbagai media seperti majalah populer, radio dan televisi, serta internet. Acara tentang roh halus, setan, gendruwo, dan wewe gombel juga sarat di televisi Indonesia. Bila dibandingkan dengan media televisi Eropa seperti BBC, TV Nederland, TV Jerman, umumnya media televisi ini sekalipun kini acara seperti ini lebih banyak muncul bila dibanding dekade lalu, mereka lebih menyiarkan tentang pengalaman mendekati kematian, pengalaman mati dan hidup kembali, pengalaman mendapatkan suara-suara gaib, medium, pengalaman pergi ke waktu atau ke tempat lain. Kekuatan enerji digambarkan lebih sebagai bentuk yang nonmateri dan impersonal, berbeda dengan penggambaran di media Indonesia dimana kekuatan enerji digambarkan dalam bentuk materi dan personal. Media sirkus Eropa bagai tidak mengenal adanya wujud setan, demon, gendruwo, wewe gombel, maupun kuntilanak. New Age pun mampu menjadi bentuk sinkretik dengan agama-agama Tuhan seperti Kristen dan Islam. Oleh kelompok New Age Islam sinkretik, inner enerji direinterpretasi sebagai Nur Ilahi maupun kuasa Ilahi, dan oleh New Age Kristen sinkretik diinterpretasi sebagai Roh Kudus, atau juga enerji Jesus. Berbagai testemoni tentang keberhasilan pengobatan melalui dzikir dan wirid untuk berbagai penyakit yang tak terobati bahkan dapat menimbulkan kematian, seperti kanker misalnya, menjadi meluas. Publikasi tentang hal ini bisa kita baca dalam berbagai publikasi dalam dan luar negeri di majalah-majalah atau buku-buku, dan lihat di televisi maupun internet. Dengan begitu kita bisa menemukan berbagai publikasi yang campur aduk nampak bagai sesuatu yang ilmiah berbahasa scientific, namun membicarakan kekuatan inner enerji, gangguan roh jahat, setan, dan sekaligus membicarakan kekuatan Tuhan Allah. Bentuk folk medicine ini menjadi bentuk mulai dari yang naturalistik sampai yang supranaturalistik. Terapinya bisa mulai dari aroma therapy, light candles, Bach flower remedies, polarity therapy, “electromagnetic” atau computerized devices, Interro and Vega machines, zappers, homeopathy, acupuncture, Touch for health, Therapeutic Touch, irrodology, kinesiology dan muscle response testing, biofeedback, ear coning, palmistry, craniosacral adjustment, brain gym (yang berasal dari gerakan-gerakan Tai Chi), crystals, reflexology, aura reading, psychic readings, seat lodges, pendulums, color therapy, Yoga, Reiki, Qi Kung, Tai Chi, Ayurveda, naturopathy, nutritional counseling and herbalism, energy balancing, massage therapies, chelation, cancer “cures” , Greek Cancer Cure, Gerson’s diet, Burzynski’s “antieoplstons,” detoxification, colonic irrigation dan intestinal cleansing, biomedical treatment, orthomolecular medicine, Terapi Nur Syifa, Terapi Nur Ilahi, dan masih banyak lagi. Umumnya terapinya memberikan petunjuk bahwa terapi tersebut bisa menyembuhkan, mengobati bahkan memberantas berbagai macam penyakit tanpa ada batasan. Mulai dari pencegahan sampai pengobatan, tanpa perlu operasi. Berbeda dengan pengetahuan pengobatan pada ilmu kedokteran atau biomedicine yang lebih pada pendekatan drop of choice, indikasi yang jelas untuk penyakit tertentu, berdasarkan hasil riset ilmiah maupun uji klinik double-blind study dan placebo efek. Prinsip terapi dalam New Age Medicine lebih pada pendekatan hubungan antara body-mind-soul (spirit). Bila enerji dalam body dalam kosmologi negatip dan positip seimbang, (misalnya kosmologi yin-yang atau panas dan dingin yang dipercaya dalam budaya pengobatan Cina, keseimbangan cairan tubuh dalam teori patologi humoral dalam teori pengobatan Junani tua atau daerah Arab) maka kesimbangan dalam body ini akan mempengaruhi mind dan spirit. Atau sebaliknya mind yang seimbang akan mempengaruhi body, dan spirit yang seimbang akan juga mempengaruhi body and mind. Karena itu dalam berbagai terapi New Age Medicine selalu menekankan penjagaan kesehatan melalui keseimbangan sistem yang berada dalam badan, seperti misalnya pada orthomolecular medicine, naturopathy dan homeopathy yang menekankan pada keseimbangan guna membangkitkan sistem imun tubuh agar mind juga mendapatkan pengaruh yang positip. Keseimbangan spiritual adalah dengan melakukan meditasi dan mengontrol the inner energy (kundalini) dalam keseimbangan. Inner enerji yang negatip akan justru menyebabkan gangguan penyakit baik penyakit kejiwaan maupun penyakit-penyakit fisik. Membuat keseimbangan cairan tubuh, diperlukan makanan membersihkan darah, New Age Diet, food combining, food rotation, yang diupayakan agar terjadi kesimbangan cairan tubuh, keseimbangan panas dan dingin, dan keseimbangan efek positip dan negatip makanan Kegiatan penjagaan kesehatan dan pengobatan (body-mind- and spirit) dapat dikategorikan dalam bentuk: body movement, pernafasan, meditasi, nutrisi, dan obat-obat natur (misalnya herbal). God’s Super Food dan Mythos Berbagai terapi New Age juga banyak didasari pada mytologi tentang makanan atau binatang yang dipercaya mempunyai kekuatan supranatural. Ambil contoh Blue Green Algae (spirulina, chlorella), yaitu vegetasi awal kehidupan di dunia, vegetasi tertua dan mampu survive hingga saat ini. Seringkali algae ini dalam perdagangan ditawarkan sebagai makanan kesehatan sekaligus sebagai obat berbagai penyakit, mulai dari sakit kepala, badan lemah hingga gangguan kandungan dan kesulitan mendapatkan anak, gangguan otak, hingga penyakit kanker. Kemampuan survival yang hebat dan dipercaya mempunyai kekuatan supranatural ini (dalam mytologi rakyat Jepang), sampai sampai Blue Green Algae disebut God’s Super Food dalam perdagangan food supplement dari Amerika. Super, karena kura-kura hijau pun yang selalu makan Blue Green Algae yang dalam mythos dijelaskan bahwa ia kemudian bermutasi menjadi ninja yang kini menjadi tokoh dalam film anak-anak Ninja Turtle dan Mutant Ninja Turtles. Terapi Lumba-lumba yang kini populer bagi anak-anak autisme, diawali dari mytologi lumba-lumba yang banyak dipercaya kelompok Melanesia di lautan Pasifik, misalnya penduduk Hawaii. Lumba-lumba dipercaya sebagai mahluk yang datang dari planet lain datang ke bumi untuk menolong seseorang yang tengah mengalami kesulitan di lautan, menuntunnya untuk menyelamatkan diri. Lumba-lumba dipercaya sebagai binatang jelmaan dari binatang lain (reinkarnasi) yang mempunyai kekuatan (enerji) yang dapat menyelamatkan manusaia. Enerji itu kini direinterpretasi sebagai tenaga sonar yang dimilikinya. HOLISTIK TREATMENT DALAM NEW AGE MEDICINE Beradaptasinya New Age dengan sains menjadikan bentuk baru ilmu kedokteran komplementer, atau modern traditional medicine yang sering juga disebut pengobatan holistik atau integrated health medicine. Salah seorang pionir di bidang ini adalah Andrew Weil seorang direktur program integrative medicine di University of Arizona, USA. Ia banyak menulis buku tentang penyembuhan dari dalam diri sendiri. Pendekatannya disebutnya secara holistik, body-mind-spirit. Ia menggunakan berbagai teknologi kedokteran moderen, tetapi juga pendekatan traditional medicine, baik naturalistik maupun supranaturalistik . Alasan yang sering digunakan adalah pendekatan teknologi kedokteran saja masih belum cukup, karena masih banyak berbagai penyakit yang belum bisa ditanggulangi melalui teknologi kedokteran. Pendekatan dokter terhadap pasien dirasakan sebagai mengahadapi mesin, sedangkan Andrew Weil mengklaim pendekatannya menekankan pada masalah sosial, spiritual, psikologis, dan biologis penderita. Inilah yang memberinya inspirasi tentang cara-caranya dalam pengobatan dengan menggunakan pendekatan holistik. Pendekatan holistik semacam ini kini banyak menyebar di berbagai bagian dunia, di mana dokter medik juga mempelajari berbagai tehnik tehnik pengobatan tradisional dan melakukan praktek secara holistik. Atau sebaliknya banyak pengobat non medik yang tertarik untuk melakukan praktek secara holistik dapat mengikutinya di berbagai institut pendidikan holistic medicine dan keluar dengan menyandang gelar misalnya N.M.D (Naturopathy Medical Doctor). Pendekatan holistik yang dilakukan oleh dokter dengan juga melakukan pendekatan spiritual, meditasi, dan meningkatkan inner enerji lebih banyak digunakan oleh para psikiater untuk mengobati pasien-pasien gangguan mental dan psikologis. KONFLIK, PERBEDAAN PENDEKATAN dan CHAOS New Age Medicine sebagai folk medicine mempunyai kaitan dengan berbagai sistem lainnya dalam sistem kebudayaan. Berbagai perilaku pengobatan, perawatan, dan penyembuhan rasa sakit dan penyakit merupakan wujud dari makna-makna kognitif yang dikembangkan oleh komunitas. Sekalipun demikian New Age Medicine yang merupakan gejala perkembangan folk medicine di abad ini, bukan lagi merupakan perilaku yang dikembangkan oleh indigenous culture (kebudayaan lokal), ia bukan saja import dari budaya lain, namun juga merupakan kebudayaan lokal Timur yang pernah diexport ke Barat dan kembali lagi ke Timur, dan sudah beradaptasi dengan berbagai kebudayaan pengobatan lain, misalnya kebudayaan pengobatan Amerika Latin. Atau New Age merupakan kebudayaan lokal yang kemudian diperbaharui serta beradaptasi dengan kebudayaan pengobatan lain. Karena begitu terbuka dan luasnya pengertiannya, menjadikan New Age Medicine tidak lagi mempunyai patokan-patokan yang bisa dipegang sebagai karakteristik yang utuh darinya. Setiap pelaku pengobatan New Age mempunyai cara-cara dan makna yang dikembangkannya sendiri. Sehingga nampak jelas bahwa nilai-nilai yang dikembangkan berujung pada nilai-nilai yang tiada batasnya, beragam nilai, dan sangat relatif. Bahkan menimbulkan berbagai konflik dalam menanggapi suatu fenomena, baik di dalam kelompoknya sendiri maupun terhadap kelompok lainnya. Contoh yang bisa diambil adalah dalam menanggapi the inner energy (Kundalini), bisa jadi satu kelompok (misalnya new age sinkretik) mengatakan bahwa kundalini merupakan gift dari Tuhan dan hanya orang-orang tertentu yang mendapatkan, tetapi kelompok lain mengatakan bahwa setiap orang mempunyai potensi nature namun masih tersembunyi dan memerlukan pembukaan (inisiasi) untuk mengaktifkannya. Sehingga nampak bahwa kedua pendapat ini saling bertentangan jika diamati dari paradigma religi yang dianutnya. Kundalini sebagai inner enerji (Tuhan yang impersonal) dalam sejarahnya berasal dari kebudayaan kepercayaan dan filsafat agama-agama Timur (Hindu, Budha dan Tao). Religi ini belum mengenal Tuhan sebagai yang nonpersonal. Antara sistem pengobatan biomedik (kedokteran) juga akan mengalami konflik dengan pengobatan New Age misalnya dalam menanggapi efek meditasi dalam ritus inisiasi pengaktifan kundalini yang membawa dampak berupa rasa pusing, mual, lemah, jatung berdebar, rasa sakit dan panas di dada, nafas sesak, bergerak gerak sendiri, rasa kesemutan di bagian tangan dan kaki, kejang-kejang, mendengar suara-suara atau melihat sesuatu yang orang lain tidak bisa. Lemah fisik dan psikis ini bisa berdurasi beberapa menit, sampai beberapa bulan. Para New Ager akan mengatakan bahwa hal ini biasa terjadi pada pemraktek kundalini, karena bangkitnya kundalini yang tidak terkontrol sehingga enerji negatip justru akan merusak badan. Pengobat New Ager akan mengatakan bahwa keadaan ini tidak bisa diobati oleh dokter, hanya bisa dimengerti dan ditangani oleh para pengobat New Age sendiri. Sementara itu pengobat New Age yang beradaptasi dengan Islam, atau sebaliknya Islam yang beradaptasi dengan New Age, akan mengartikan sebagai kondisi kesurupan karena kemasukan roh akibat aura yang melindungi manusia menjadi terbuka. Kundalini perlu dinonaktifkan kembali, ditutup, dan penderita perlu mendapatkan perlindungan dengan Nur Ilahi yang kemudian dilakukan ritus inisiasi membuat perlindungan dengan Nur Ilahi yang juga berupa enerji. Sementara biomedik (kedokteran) akan menjelaskan bahwa gejala-gejala sesak nafas, jantung berdebar, dada terasa sakit lebih dikatakan sebagai gejala hiperventilasi dan angina pectoris. Rasa pusing, mual, halusinasi, sakit kepala, sebagai akibat hypoxia (kekurangan oksigen dalam otak) yang dapat menyebabkan brain damage pada akhirnya akan menimbulkan gejala lanjutan berbagai gangguan fisik dan psikologis, serta menurunnya daya ingatan dan epilepsi, yang tentu saja dianggap sebagai kegiatan perawatan kesehatan yang justru membahayakan. Gejala-gejala di atas kini sering disebut kundalini syndrome, yang oleh para New Ager sering dinyatakan sebagai bangkitnya kundalini secara sengaja maupun tidak sengaja dan tidak membahayakan karena hal tersebut dianggap sebagai kejadian yang alamiah. Perbedaan pendekatan paradigma pengobatan antara holistic medicine dengan biomedicine yang paling utama adalah bahwa biomedicine tetap menghomati filsafat ilmu dimana kebenaran imiah harus bisa diuji melalui pendekatan uji empirik (evidence base), sementara holistic medicine lebih melakukan pendekatan bahwa yang terpenting adalah pasien percaya bahwa hal ini akan memberikan kesembuhan. Hal ini berkaitan dengan apa yang digunakan dalam pengobatan mempunyai enerji penyembuhan yang mempunyai power tanpa batas. Sehingga konflik yang selalu terjadi dalam kedua kelompok ini adalah, holistic medicine dianggap tidak rasional. Tanggung jawab hasil pengobatan dan kesembuhan juga tidak pada si pengobat, sebagaimana yang terjadi pada dokter. Karena yang menyebabkan kesembuhan adalah bukan hanya berbagai obat yang diberikan oleh pengobat holistic medicine, tetapi yang sangat berperanan adalah the inner energy. Penderita mempunyai tanggung jawab untuk mengolah sendiri tubuhnya agar mendapatkan kesembuhan. Konflik seperti ini mengakibatkan di banyak negara tumbuhnya lembaga-lembaga watch atau konsil yang mengawasi penipuan pengobatan karena dalam hukum kesehatan selalu menunjuk pada sesuatu seperti obat atau kegiatan yang dipublikasi dapat menyembuhkan, namun jika secara scientific kedokteran (rasional) menunjukkan bahan/obat itu tidak mempunyai efek terapuitik dapat dinyatakan sebagai penipuan. Praktek hukum kesehatan juga mendasarkan kebenarannya pada kebenaran scientific, rasionalitas dan sekuler. Gerakan ini bertujuan untuk menjamin perlindungan keamanan masyarakat dari bahaya penggunaan obat-obatan yang justru membahayakan terutama disebabkan karena sistem teori pengobatan yang ditegakkan dianggap keliru dari sudut pandang biomedik. Pengalaman penggunaan obat-obat tradisional yang lintas budaya juga menyebabkan minimnya pengetahuan masyarakat terhadap cara penggunaan obat-obat tradisional dari budaya lain yang baru dikenalnya itu. Konflik antara biomedicine dan new age medicine sering ditanggapi oleh kelompok New Age sebagai upaya-upaya lembaga-lembaga yang berlindung pada kebenaran ilmiah adalah bentuk penolakan cita-cita oneness, one world, peace, love, and not war; atau suatu bentuk permusuhan yang semakin meruncing antara pengobatan medik dan non medik, yang bisa jadi dampak kondisi ini menyebabkan pengetahuan masyarakat tentang perawatan kesehatan dan pengobatan justru menjadi chaos, tidak tahu lagi mana yang benar.

One thought on “New Age

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s