Bukan Homo Di Surabaya

Masih ingat kisah sepasang koboi Ennis Del Mar (diperankan mendiang Heath Ledger) dan Jack Twist (Jake Gyllenhaal) dalam film Brokeback Mountain? Sama-sama sudah punya anak istri, dua penggembala ternak ini “disatukan” oleh kesepian di tengah savana.

Mereka sama-sama “normal” (bukan gay atau biseks). Tapi toh keduanya bisa berhubungan seks, dan pada saat yang sama menjalani rumahtangga dengan istri masing-masing.

Banyak orang menyebut Ennis dan Jack merupakan karakter gay. Tetapi sesungguhnya, mereka tak bisa disebut gay lantaran juga punya kehidupan heteroseksual dan sebelumnya tak punya tanda-tanda homoseksual. Nah pria-pria seperti Ennis atau Jack ini sekarang mulai muncul di Surabaya. Jumlahnya kian banyak, dan mulai tampak terbuka. Tak percaya? Coba datang ke Pataya, mulai pukul 22.00 sampai 01.30 menjelang subuh. Pataya yang dimaksud di sini bukan Pantai Thailand yang terkenal dengan wisata sea, sand, and sex-nya itu. Pataya yang satu ini adalah tempat mangkal kaum gay, biseks, dan pria-pria hetero yang juga mencari kehangatan dari sesamanya. Posisinya di depan Monkasel, tepatnya di Jl. Kangean (belakang Hotel Gubeng).

Tempat itu kini tak cuma dipadati kaum gay, tetapi juga pria-pria hetero tadi. Saat Surabaya Post berada di sana dan meminta beberapa gay mengenali orang-orang yang sedang beredar, mereka bisa segera membedakan mana gay, mana biseks, dan mana pria hetero. Kalangan yang disebut terakhir ini biasanya datang untuk mencari partner seks dari kalangan gay.

Salah satu laki-laki sejenis Erin Del Mar dan Jack Twist di Surabaya adalah Bambang (32 tahun). Sudah tujuh tahun ini Bambang menikmati hubungan dengan sesama laki-laki. Meski di rumah sudah ada anak-istri, dia bisa menikmati hubungan seks dengan dua gay sekaligus, Herman dan Henky. Selain kepuasan dan variasi seksual, Bambang mendapat keuntungan lebih: yaitu materi.

Istrinya tak tahu urusan Bambang dengan Herman serta Henky. Yang dia tahu, Herman dan Henky sering menjemput suaminya ke rumah. Soal urusannya, Bambang hanya menjelaskan singkat, “Mau refreshing.”

Meski berhubungan seksual rata-rata seminggu tiga kali dengan dua gay tadi, Bambang menolak disebut gay atau biseks. Dia merasa “pria normal”, laki-laki hetero. Yang membedakan dengan pria hetero lainnya, Bambang juga bisa menikmati hubungan seksual dengan laki-laki.

“Saya bukan gay lho, juga bukan biseks. Buktinya saya kawin dan bisa punya anak, dan bisa menikmati hubungan seks dengan istri. Tapi saya juga menikmati hubungan seks dengan laki-laki, “ katanya kepada Surabaya Post.

Dia menunjuk pengalaman pertamanya pada waktu kelas 3 SMP. Saat melihat film dan gambar “adult content”, Bambang merasa hasrat seksualnya naik secara spontan. Nah untuk menyalurkannya, secara spontan dia melakukannya secara oral dengan kawan prianya. Tidak jijik? “Nggak tuh, biasa saja wong dasarnya pertemanan. Rasanya ya kayak berhubungan dengan perempuan,” katanya.

Sesama laki-laki menjadi alternatif Bambang ketika ada masalah, misalnya istrinya datang bulan. “Kadang ada pikiran tidak berhubungan lagi dengan laki-laki. Tapi tiba-tiba timbul lagi kalau pas butuh sekali, atau ketika istri mens,” ujarnya.

Kenapa tidak dengan PSK? Bambang takut penyakit. Selain itu, “Kalau jajan dengan PSK kan harus mengeluarkan uang, kalau dengan Mas Herman dan Henky kan nggak, lebih bervariasi malah dapat uang lagi he-he..” katanya.

Memang, Herman dan Henky sering memberi Bambang uang. Itulah salah satu yang membuat hubungan mereka awet. “Mulai jejaka sampai menikah dan punya anak, saya berhubungan dengan Mas Herman dan Hengky,” katanya.

Asli Hetero

Jenis “makhluk” apa sebetulnya laki-laki seperti Ennis Del Mar, Jack Twist, dan Bambang itu? Mereka masuk ke dalam kategori MSM (men who have sex with men), sebuah istilah yang dilansir WHO pada 1980-an. Pada Juli 2008, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) mengadopsi istilah ini menjadi LSL (laki suka laki) yang kemudian digunakan sejumlah instansi resmi seperti Departemen Kesehatan sampai Dinas Kesehatan.

Nah awalnya di dalam kategori perilaku MSM atau LSL ini terdapat dua kelompok, yaitu gay dan waria. Namun belakangan, muncul pola perilaku baru yang tidak tercakup ke dalam dua kelompok itu, yaitu pria-pria yang sebenarnya hetero tetapi juga menikmati hubungan seks dengan sesama pria.

Mereka, seperti diungkapkan Sardjono Sigit, Divisi Penyadaran Publik dan Advokasi Gaya Nusantara, emoh disebut gay atau biseks. “Mereka itu asli hetero. Mereka di mana-mana, bisa siapa saja. Ada yang berstatus suami, lajang, muda, tua, kaya, miskin, satpam sampai pengusaha. Mereka suka melakukan hubungan seksual dengan sesama laki-laki, tetapi ketika dianggap gay atau biseks mereka menolak,” kata Sardjono Sigit.

Sedangkan Mario, gay yang biasa nongkrong di Pataya menjelaskannya sebagai, “Laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki, belum tentu gay, belum tentu biseks, belum tentu juga hetero. Kami biasa menyebutnya MSM Non-Gay,” ujarnya saat ditemui di Pataya beberapa malam lalu.

Mereka melakukan hubungan seksual sejenis bukan berdasar orientasi seksual, melainkan beragam motif, seperti materi, kepuasan seksual, variasi, menghindari penyakit, dan menghindari rasa bersalah kepada istri.

Nah karena itu lalu muncul kelompok baru untuk mengidentifikasi orang-orang seperti Ennis Del Mar, Jack Twist dan Bambang. KPA menambahkan kategori baru sejak Juli 2008, yaitu LSL lain. Sementara di kalangan gay lebih populer dengan istilah MSM Non-Gay.

‘Ngangeni’

Di kalangan gay Surabaya, pria-pria jenis ini populer. Banyak gay mengejar-kejar mereka untuk dikencani. Sebaliknya, sering pula MSM Non-Gay yang datang ke Pataya untuk mencari pasangan. Sejumlah gay yang ditemui Surabaya Post di Pataya mengaku sudah sering berhubungan dengan MSM Non-Gay.

“Rata-rata orang gay di Surabaya sudah pernah berhubungan dengan mereka, Artinya, jumlahnya di Surabaya sudah banyak,” kata Roy, gay senior di Surabaya.

Roy sendiri mengaku sudah puluhan kali berhubungan dengan MSM Non-Gay. Bahkan oleh salah satu partnernya dia pernah diberi sangu. “Karena dia puas dengan pelayananku, katanya malah lebih enak dari istrinya,” ujar Roy.

Herman dan Hengky juga mengaku kerap berhubungan dengan MSM Non-Gay. Alasannya? Lebih nikmat dan berbeda dibanding sesama gay. “Saya lebih menikmati sama hetero, karena mereka nggak neko-neko. Secara batin saya juga lebih puas sama hetero,” ujar Herman.

Sebaliknya, menurut Herman, MSM Non-Gay itu juga puas terhadap dirinya. “Uang kadang memang menjadi motivasi mereka. Tapi kalau sudah agak lama nggak berhubungan, buat mereka juga ngangeni. Mereka menemukan hal baru yang dia tidak bisa ditemukan pada istrinya. Itu yang ngangeni, variasi seksnya,” tambah Herman seraya tertawa.

“Kelompok baru” ini menjadi incaran kaum gay lantaran dianggap “lebih menantang” dan “sensasional.” “Rasanya beda. Kalau dengan sesama gay rasanya kayak semu. Tapi kalau sama yang hetero ini sensasional, mereka kan masih malu-malu, harus di-oyak-oyak dulu, kalau mau dicium nolak-nolak. Ada kesan tersendiri, ada tantangannya. Semakin ditolak kita semakin menerjang. Kalau sama gay kan datang, buka baju, cium-cium, langsung main. Nggak ada sensasinya” kata Henky..

Mario juga begitu. Laki-laki yang mengaku biseks ini bisa berhubungan dengan siapa aja, laki-laki, perempuan maupun waria. “Aku juga sering berhubungan dengan laki-laki hetero. Motivasi mereka kadang-kadang ekonomi, kadang-kadang juga kepuasan batin,” ujarnya.

Dia juga punya pengalaman beberapa kali berhubungan dengan MSM Non-Gay. Saking puasnya pasangannya, Mario malah diberi uang Rp 250 ribu. “Orang-orang kayak gitu biasanya, bisa orang, aparat, dan kebanyakan motifnya kepuasan. Terus kalau merasa puas atau enak, pasti balik lagi,” kata Mario menjelaskan kebiasaan pasangan heteronya.

Maraknya perilaku MSM Non-Gay ini juga ditemukan dalam penelitian berjudul The Dynamics and Context of Male to Male Sex in Indonesia yang dilakukan Dede Oetomo (tokoh gay Surabaya) dan Gaya Nusantara Foundation. Subjek penelitian ini adalah pria hetero di Surabaya, Batam, dan Manado yang ditanya alasan berhubungan seks dengan sesamanya dan waria.

“Alasannya macam-macam, mulai agama, variasi seks, ekonomi, tanggung jawab, sampai tak adanya rasa bersalah. Intinya, para pria menganggap hubungan seksnya tidak tergolong selingkuh,” kata Dede.

Penelitian itu, misalnya, menemukan hubungan seks antara sesama montir. Keduanya sama-sama punya istri, tetapi rutin berkencan seminggu atau dua minggu sekali. “Begini lho, kalau sama perempuan atau istri itu kewajiban. Kalau sama laki-laki beda. Gimana ya menjelaskannya, laki sama laki itu kan badannya sama, saling mengerti. Perempuan saya juga suka, tapi angel wong wedhok iku, nggak pernah ngerti laki-laki. Tapi kalau sama-sama laki-laki itulah puncak kejantanan,” kata salah satu di antara montir itu

Mengapa tidak mencari perempuan di Dolly atau Jarak? Dia merasa kalau berhubungan seks dengan perempuan di luar istri berstatus zina. “Nggak enak, aku iki muslim lho, mosok zina,” katanya.

Bagaimana menurut Anda?

2 thoughts on “Bukan Homo Di Surabaya

  1. Bleki

    gue gay jomblo mencari pasangan hidup, nama gue ko budiyanto, gue ketua gaya nusantara, gue CAKEP, BAIK dan SUKA BERTEMAN, gue juga hobby koleksi celana dalemen, gue mendambakan pasangan yang chubby, rada gendut, item dan dekil, cos’ gue kan CAKEP jadi kudu cari pasangan yang jelek dan item karena gue imut dan masih brondong meksi wajah gue rada-rada tuwir gitu deh
    yang memenuhi syarat bisa dateng ke mojo kidul I – 11 A Surabaya, buruan ya, soalnya yang daftar banyak jadi kudu di casting dulu, kalo mau lihat pic gue dulu juga boleh siapa tau cocok dan cucok bow! nih dia pic gue

    http://www.manjam.com/belamino

    http://www.manjam.com/kobudi

    http://www.manjam.com/dijan

    yang memenuhi syarat akan dinikahkan sesuai kepercayaan masing-masing dan bulan madu ke pataya, oh ya secara ras gue keturunan cino atau cungkoren, gue top tapi kadang juga batem dan vers, stats gue 175/68 usia silahkan tebak dari melihat wajah gue yang imoet dan cucok itu
    syarat lain cowok gue harus manut dan nurut ama gue cos gue gak suka dibantah, gue juga penyayang binatang terutama kucing dan binatang melata dan mamalia

    Reply
  2. davidher2

    Nah,kayak gini nih gw skrg…tp trasa nyiksa bangeeet…mrasa dosa ma bini gw…tp kadang gw butuh kehangatan pria,walau brcinta dgn pria gak ada enaknya

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s